Wednesday, March 7, 2012

Susah Mendapatkan Modal Untuk Usaha?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Postingan kali ini dibuat untuk memenuhi  tugas dari bapak Iskandarsyah Madjid untuk mengomentari tulisan beliau mengenai "Susah Mendapatkan Modal?", mengenai salah satu hadits nabi tentang modal untuk berusaha yang ada di website smeindonesia.com.
Sebelum membaca artikel ini, lebih baik anda membaca terlebih dahulu tulisan beliau dengan meng-klik DI SINI.

Sebagaimana yang kita ketahui, salah satu alasan mengapa orang susah untuk memulai suatu usaha yang baru adalah karena terkendala masalah modal. Banyak orang ingin membuka suatu usaha yang sudah di pikirkan matang-matang, baik dari segi ide bisnis, lokasi, produk, target pelanggan, dan lainnya sebagainya, tapi pada ujung-ujungnya terhenti karena mandek pada masalah "gak punya modal". Walaupun sekarang ini sudah relatif mudah untuk mendapatkan modal, misalnya dengan meminjam dari bank, tapi bank hanya memberi pinjaman kepada orang-orang yang sudah mempunyai usaha yang mapan, mampu mengembalikan pinjaman, atau mempunyai jaminan yang memadai (seperti rumah, mesin, dll). Nah bagaimana dengan rakyat kecil yang tidak mempunyai apa-apa?

Sebenarnya tidak ada orang yang tidak mempunyai apa-apa. Bahkan orang yang paling miskin pun masih memiliki apa yang kita sebut sebagai "kemauan untuk berubah". Mereka masih memiliki kesehatan dan kekuatan untuk bekerja demi memperbaiki kehidupannya. Sebenarnya, kalau mereka mau berusaha lebih keras (tidak malas) dalam bekerja, mereka bisa saja tidak menjadi miskin. Tapi banyak orang lebih memilih untuk mengemis daripada berusaha sendiri, karena kemalasannya tersebut.

Sebagaimana yang telah kita baca dalam hadits yang terdapat dalam tulisan bapak Iskandar (yg telah saya link-kan diatas), mengenai seorang miskin yang datang kepada Rasulullah untuk meminta bantuan, banyak hal yang dapat kita pelajari dari hadits tersebut. Misalnya, Rasulullah dengan bijak memberi saran kepada orang tersebut untuk membawa apa saja yang ada di rumahnya, lalu membawanya ke hadapan beliau. Beliau saw. lalu bertanya kepada orang-orang siapa yang mau membeli barang si lelaki tersebut, lalu uang dari hasil penjualan barang tersebut beliau menyuruh si miskin tadi untuk membeli sebuah kapak untuk mencari kayu bakar. Disini beliau saw. dengan cermat membantu orang tersebut dengan tidak memberinya ikan, tapi memberikan sebuah pancingan untuk mendapatkan ikan. Hal ini tidak mendidik seseorang untuk menjadi pribadi yang malas.

Selain itu, pelajaran lain yang dapat kita ambil adalah, sebenarnya untuk memulai sebuah usaha, kita dapat menggunakan barang-barang yang kita miliki sebagai modal awal untuk memulai usaha kita tersebut. Apabila kita memperhatikan dengan cermat, sebenarnya di rumah kita sendiri terdapat banyak barang yang jarang kita gunakan dan tidak terpakai lagi, nah kita bisa menjual barang tersebut yang uang hasil penjualannya kita gunakan sebagai modal awal. Seberapa minim pun modal yang kita miliki, apabila kita kreatif, kita bisa membuatnya cukup untuk memulai usaha kita.

Bapak Iskandarsyah Madjid mencontohkan hal ini melalui semacam simulasi/permainan, yang beliau wajibkan kepada semua mahasiswanya, bahwa dengan modal yang kecil (yaitu 10rb rupiah, atau bisa dibilang 1rb rupiah), kita bisa memulai usaha sendiri asal kita kreatif. Beliau mewajibkan kami untuk menghasilkan minimal 50rb dalam waktu 1 minggu. Mengenai hal ini, insyaallah akan saya bahas pada postingan berikutnya.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Mungkin cukup ini saja tulisan saya kali ini, apabila ada kritik atau saran yang membangun akan saya tampung melalui kotak komentar dibawah.

Wassalam.

0 comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar Anda di kolom dibawah ini, atau apabila Anda juga terhubung ke Facebook, bisa berkomentar pada kotak Komentar Facebook diatas...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More