Monday, February 20, 2012

Ekonomi : Study of Choice.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Pada postingan kali ini, saya ingin bercerita sedikit mengenai ilmu ekonomi. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan kata "ekonomi" tsb. Apalagi yg kuliah di fakultas ekonomi, jelas donk. Kata tersebut sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika kita sedang membaca koran, mendengarkannya di TV, bahkan bapak2 yg sering duduk di warung kopi pun sering memperbincangkan kata tsb, misalny mengeluhkan ekonomi indonesia yg gak maju2. Oh ya, sebelumnya saya ingin bertanya kepada pembaca semua, kalau saya boleh tau, apa sih yg terlintas di benak pembaca sekalian saat mendengar kata "ekonomi"?. Mungkin ad sebagian yg langsung menghubungkan "ekonomi" itu dengan urusan2x yg berkaitan dengan duit/uang/fulus/peng. Ada yg kepikiran mengenai transaksi jual-beli di pasar, karena itu merupakan kegiatan ekonomi. Ada yg beranggapan bahwa yg mempelajari ekonomi itu ujung2ny kerja di bank. Malah ad jg yg teringat dengan dosen ekonomi nya yg killer saat mendengar kata "ekonomi" dikumandangkan dan merinding sendirian. Atau bahkan ada juga yg gini nih reaksinya saat denger kata "ekonomi", "Binatang apaan tuh?, kagak pernah denger gw!" (alah itu org idup di planet mana ya? Ok, forget it!). OHH.. wait..! Ternyata ada yg nyeletuk kalau ekonomi itu adalah suatu ilmu sosial yg mempelajari perilaku (behavior) manusia dalam memilih/mengelola berbagai sumber daya yg terbatas, sedangkan nafsu/keinginan manusia itu tidak terbatas. Jadi intinya, kayak mana caranya, itu sumber daya yg sedikit harus bisa memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia yg seabrek! (wih, serem ya. . ).
100 deh buat anda !! (*plok plok tepuk tangan, oh gk segitunya jg kali ya, XD).

Hmm, mbak wikipedia ikutan ngejawab juga nih, menurut beliau, ekonomi itu berasal dari kata yunani "oikos" yg artinya "keluarga, rumah tangga" dan "nomos" yg artinya "peraturan, aturan, hukum". Karena mereka berdua di takdirkan untuk bersama, jadilah mereka itu oikos-nomos atawa economic alias "aturan rumah tangga/ manajemen rumah tangga". Tak lama kemudian, mereka pun (si oikos dan nomos) membina rumah tangga bersama dan hidup bahagia selamanya. (*gubrak. . . What the. . . ).

Oke, saatnya kita serius,, wkwkwkwk . . . (loh kok malah ketawa, kajol nih..). Ehem ehem. Coba deh kalian liat lagi judul artikel ini, "Ekonomi : Study of Choice", ada yg penasaran gak kenapa saya bilang ilmu ekonomi itu ilmu yg mempelajari mengenai pilihan?. "Ah gak penasaran lagi donk, tadi kan udah di bilang sama yg dapet nilai 100, sumber daya terbatas sedangkan keinginan manusia gak terbatas, otomatis dia haru milih, hal apa yg paling penting buat dia dan yg paling dia butuhkan, coz kan gak mungkin juga semua sumber daya yang ada buat dia semua, and semua yg dia pengen terkabul semuanya, aku juga mau kalo gitu!". MANTAP !! 100 juga buat anda!. "(kiss-bye kiss-bye pake 2 tangan ke arah penonton)".

Begini ya, pada kesempatan kali ini, saya hanya akan menjelaskan ilmu ekonomi pada tataran yg umum saja, karena apabila kita perhatikan lebih seksama, ekonomi itu terbagi-bagi lagi ke cabang2x yg lain, misalny mikroekonomi, makroekonomi, descriptive ekonomi, ekonomi terapan, positive economic, normative economic, dan lain sebagainya yg tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Disini saya hanya ingin membahas ekonomi dari segi "study of choice"-nya saja.

Lanjut. . .

Ada yg tau gak, apa itu pilihan?. Pastinya donk. Kalian sadar gak, bahwa kalian sebenarnya "memilih" di setiap detik di kehidupan kalian. Misalnya ya ni, malam ini kalian "milih" mau tidur jam berapa, terus kalian "milih" sebelum tidur mau ngelamun dulu pa ngga. Trus besoknya pas kalian bangun, "milih" mau lanjut tidur bentar lagi atau langsung bangun. Bis tu "milih" mau mandi pa ngga, terus "milih" mau pake baju yg mana. Bis tu kalian "memilih" untuk pergi ke supermarket misalnya, "milih" mau lewat jalan yg mana. Sampe di supermarket, kita akan dihadapkan pada begitu banyak "pilihan" barang yg akan kita beli. Semuanya itu mungkin tidak kita sadari, karena terlihat sepele. Tapi percaya deh, pilihan-pilihan itu tuh yg akan membawa kita ke nasib yg mana, nasib yg jelek atau yg baik. Secara sadar atau gak sadar, kita sebenarnya "memilih" puluhan, atau ratusan "pilihan" setiap harinya.
Tapi dalam hidup ini kita juga dihadapkan pada pilihan yg gak boleh di anggap remeh atau sepele. Misalnya setelah lulus SMA mau kuliah di jurusan apa, siapa yg kita pilih menjadi pacar kita (cuit-cuit) atau teman hidup kita, setelah kuliah mau ngapain, dan banyak hal lainnya. Dan terkadang juga, kita sering di hadapkan pada pilihan yg bagaikan "Buah Simalakama". Kalian tentu tahu donk maksudnya. Nah, hal-hal yang seperti itu harus kita pilih dengan bijak.
Oh ya, saya ada kata-kata bagus nih. . .

" we life, we choose "
" we choose, we sacrifice "
" we sacrifice, we'll get the consequence"

Nah, konsekuensi yg kita dapat dari memilih dan mengorbankan sesuatu itu bisa sesuai dengan yg kita harapkan, atau malah sebaliknya. Kualitas konsekuensi itu berbanding lurus dengan kualitas pilihan kita dan seberapa besar pengorbanan yg kita lakukan. Kalian percaya gak, bahwa apa yg kita pilih hari ini, akan menentukan akan dapat apa kita di kemudian hari?. Misalnya, apabila kalian "memilih" untuk tidak belajar hari ini, mungkin gak kalian mendapatkan apa yg kalian cita-citakan di masa depan?

Pada akhirnya, sukses yang di raih setiap orang ditentukan oleh keberhasilan orang itu dalam memilih.
kalau dalam bahasa matematika nya (cielah) :

                                                    Success = f(choice)

Success adalah fungsi dari keberhasilan memilih. Pilihan yang terbaik akan menentukan hasil yang di capai.

Jadi. . . Apa hubungannya sama ilmu ekonomi bro. . ?!

Oh jelas ad donk, kita kembali ke si "yang di supermarket" tadi. Ceritanya dia tuh ke supermarket cuma bawa duit 30 ribu (dalam hal ini sumber daya yg dia punya adalah duit 30rb ntu). Niat dari rumah mau beli makanan. Tapi, begitu sampe di supermarket, rasa-rasanya dia mau ngeborong semua apa yg ada (ingat manusia napsu nya gede). Tapi dia tahu, dengan duit yg cuma 30 rebu, mustahil bisa ngeborong satu supermarket. Maka dia harus "memilih" apa yg akan dia beli. Karena ia sudah belajar ilmu ekonomi di kampus, maka mulailah ia ber analisis ria. Pertama-tama dimulai dari memilih dan memilah keinginan2x tersebut menjadi kebutuhan yg menurutnya penting dan harus di penuhi terlebih dahulu, dari situ akan muncul "Daftar Prioritas". Kemudian dari daftar prioritas tersebutlah dia akan "mengkombinasikan" barang yang akan dia beli, sedemikian sehingga (wih, canggih ui bahasanya) ia hanya perlu "mengorbankan" uang 30 ribu DAN mendapat kepuasan yg maksimum. Jadi intinya, perut kenyang, barang yg ditaksir pun dapat.

Nah itu tuh kerjaannya orang ekonomi, "cermat dalam memilih" atau "pandai dalam mengalokasikan sumber daya yg ada". Apalagi buat mahasiswa kayak kita-kita ini, jgn sampe duit yg kita keluarin gak tau kemana n gak dapet apa-apa. Istilahnya "hemat, beib", wkwkwk, eits, hemat itu beda sama pelit lho. . .
Oh ya satu hal lagi, dalam memilih sesuatu, kita gak boleh egois, hrus kita liat juga kepentingan orang lain, jangan jadi kayak koruptor2 tu deh, yg gak bisa ngendaliin napsu ny, n gak peduli sama sekali sama nasib rakyat.

Kayaknya cukup ini aja postingan kali ini, coz karena mosting postingan ini lewat hp jadi gak bisa nulis panjang-panjang (tapi ini prasaan dah panjang lah,).
Lagian juga dah kriting nih jempol buat ngetik.

wassalam.

0 comments:

Post a Comment

Silahkan beri komentar Anda di kolom dibawah ini, atau apabila Anda juga terhubung ke Facebook, bisa berkomentar pada kotak Komentar Facebook diatas...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More