WELCOME ...

Selamat datang di blog ini, semoga Anda bisa menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi Anda disini..

THINK !!!

Berpikirlah, maka Anda akan menemukan hakikat hidup ini..

DECIDE !!!

Karena hidup ini adalah pilihan..

DO !!!

Apapun yang Anda lakukan, lakukanlah hal yang benar, dan benar dalam melakukannya..

IMPOSSIBLE IS NOTHING !!!

Tidak ada yang tidak mungkin apabila kita yakin dan bersungguh-sungguh..

Saturday, February 25, 2012

Cerita Motivasi : Air Untuk Insinyur

Postingan kali ini, saya ingin berbagi sedikit cerita yang mungkin bisa memotivasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Apa pun yang orang katakan mengenai kita kita, apabila kita menyikapinya dengan sikap positif, dan kita terus berusaha sekuat tenaga untuk menggapai cita2, maka kita pasti berhasil. Seperti kisah seorang pemuda di bawah ini, di mulai dari ejekan orang lain terhadapnya, ia malah mengubah ejekan tersebut menjadi kekuatan yang memotivasinya untuk menjadi lebih baik.
 
Ini sebuah kisah nyata inspiratif, memiliki cara berpikir positif atas segala hal sehingga menghasilkan "buah" yang manis di kemudian hari.

Oke, langsung saja di simak....

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun 40-an ....
 
Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: "Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur". Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan "SIKAP POSITIF" . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.

Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”-nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; "Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"

Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini."

Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampai di sini?

Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.

Tahukan kamu apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.


Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.
Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Semoga setelah membaca kisah ini, pembaca sekalian menjadi lebih termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tak peduli apapun kata orang, jadi lah diri sendiri. Be Yourself.

Sumber : Klik Disini

Monday, February 20, 2012

Ekonomi : Study of Choice.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Pada postingan kali ini, saya ingin bercerita sedikit mengenai ilmu ekonomi. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan kata "ekonomi" tsb. Apalagi yg kuliah di fakultas ekonomi, jelas donk. Kata tersebut sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika kita sedang membaca koran, mendengarkannya di TV, bahkan bapak2 yg sering duduk di warung kopi pun sering memperbincangkan kata tsb, misalny mengeluhkan ekonomi indonesia yg gak maju2. Oh ya, sebelumnya saya ingin bertanya kepada pembaca semua, kalau saya boleh tau, apa sih yg terlintas di benak pembaca sekalian saat mendengar kata "ekonomi"?. Mungkin ad sebagian yg langsung menghubungkan "ekonomi" itu dengan urusan2x yg berkaitan dengan duit/uang/fulus/peng. Ada yg kepikiran mengenai transaksi jual-beli di pasar, karena itu merupakan kegiatan ekonomi. Ada yg beranggapan bahwa yg mempelajari ekonomi itu ujung2ny kerja di bank. Malah ad jg yg teringat dengan dosen ekonomi nya yg killer saat mendengar kata "ekonomi" dikumandangkan dan merinding sendirian. Atau bahkan ada juga yg gini nih reaksinya saat denger kata "ekonomi", "Binatang apaan tuh?, kagak pernah denger gw!" (alah itu org idup di planet mana ya? Ok, forget it!). OHH.. wait..! Ternyata ada yg nyeletuk kalau ekonomi itu adalah suatu ilmu sosial yg mempelajari perilaku (behavior) manusia dalam memilih/mengelola berbagai sumber daya yg terbatas, sedangkan nafsu/keinginan manusia itu tidak terbatas. Jadi intinya, kayak mana caranya, itu sumber daya yg sedikit harus bisa memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia yg seabrek! (wih, serem ya. . ).
100 deh buat anda !! (*plok plok tepuk tangan, oh gk segitunya jg kali ya, XD).

Hmm, mbak wikipedia ikutan ngejawab juga nih, menurut beliau, ekonomi itu berasal dari kata yunani "oikos" yg artinya "keluarga, rumah tangga" dan "nomos" yg artinya "peraturan, aturan, hukum". Karena mereka berdua di takdirkan untuk bersama, jadilah mereka itu oikos-nomos atawa economic alias "aturan rumah tangga/ manajemen rumah tangga". Tak lama kemudian, mereka pun (si oikos dan nomos) membina rumah tangga bersama dan hidup bahagia selamanya. (*gubrak. . . What the. . . ).

Oke, saatnya kita serius,, wkwkwkwk . . . (loh kok malah ketawa, kajol nih..). Ehem ehem. Coba deh kalian liat lagi judul artikel ini, "Ekonomi : Study of Choice", ada yg penasaran gak kenapa saya bilang ilmu ekonomi itu ilmu yg mempelajari mengenai pilihan?. "Ah gak penasaran lagi donk, tadi kan udah di bilang sama yg dapet nilai 100, sumber daya terbatas sedangkan keinginan manusia gak terbatas, otomatis dia haru milih, hal apa yg paling penting buat dia dan yg paling dia butuhkan, coz kan gak mungkin juga semua sumber daya yang ada buat dia semua, and semua yg dia pengen terkabul semuanya, aku juga mau kalo gitu!". MANTAP !! 100 juga buat anda!. "(kiss-bye kiss-bye pake 2 tangan ke arah penonton)".

Begini ya, pada kesempatan kali ini, saya hanya akan menjelaskan ilmu ekonomi pada tataran yg umum saja, karena apabila kita perhatikan lebih seksama, ekonomi itu terbagi-bagi lagi ke cabang2x yg lain, misalny mikroekonomi, makroekonomi, descriptive ekonomi, ekonomi terapan, positive economic, normative economic, dan lain sebagainya yg tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Disini saya hanya ingin membahas ekonomi dari segi "study of choice"-nya saja.

Lanjut. . .

Ada yg tau gak, apa itu pilihan?. Pastinya donk. Kalian sadar gak, bahwa kalian sebenarnya "memilih" di setiap detik di kehidupan kalian. Misalnya ya ni, malam ini kalian "milih" mau tidur jam berapa, terus kalian "milih" sebelum tidur mau ngelamun dulu pa ngga. Trus besoknya pas kalian bangun, "milih" mau lanjut tidur bentar lagi atau langsung bangun. Bis tu "milih" mau mandi pa ngga, terus "milih" mau pake baju yg mana. Bis tu kalian "memilih" untuk pergi ke supermarket misalnya, "milih" mau lewat jalan yg mana. Sampe di supermarket, kita akan dihadapkan pada begitu banyak "pilihan" barang yg akan kita beli. Semuanya itu mungkin tidak kita sadari, karena terlihat sepele. Tapi percaya deh, pilihan-pilihan itu tuh yg akan membawa kita ke nasib yg mana, nasib yg jelek atau yg baik. Secara sadar atau gak sadar, kita sebenarnya "memilih" puluhan, atau ratusan "pilihan" setiap harinya.
Tapi dalam hidup ini kita juga dihadapkan pada pilihan yg gak boleh di anggap remeh atau sepele. Misalnya setelah lulus SMA mau kuliah di jurusan apa, siapa yg kita pilih menjadi pacar kita (cuit-cuit) atau teman hidup kita, setelah kuliah mau ngapain, dan banyak hal lainnya. Dan terkadang juga, kita sering di hadapkan pada pilihan yg bagaikan "Buah Simalakama". Kalian tentu tahu donk maksudnya. Nah, hal-hal yang seperti itu harus kita pilih dengan bijak.
Oh ya, saya ada kata-kata bagus nih. . .

" we life, we choose "
" we choose, we sacrifice "
" we sacrifice, we'll get the consequence"

Nah, konsekuensi yg kita dapat dari memilih dan mengorbankan sesuatu itu bisa sesuai dengan yg kita harapkan, atau malah sebaliknya. Kualitas konsekuensi itu berbanding lurus dengan kualitas pilihan kita dan seberapa besar pengorbanan yg kita lakukan. Kalian percaya gak, bahwa apa yg kita pilih hari ini, akan menentukan akan dapat apa kita di kemudian hari?. Misalnya, apabila kalian "memilih" untuk tidak belajar hari ini, mungkin gak kalian mendapatkan apa yg kalian cita-citakan di masa depan?

Pada akhirnya, sukses yang di raih setiap orang ditentukan oleh keberhasilan orang itu dalam memilih.
kalau dalam bahasa matematika nya (cielah) :

                                                    Success = f(choice)

Success adalah fungsi dari keberhasilan memilih. Pilihan yang terbaik akan menentukan hasil yang di capai.

Jadi. . . Apa hubungannya sama ilmu ekonomi bro. . ?!

Oh jelas ad donk, kita kembali ke si "yang di supermarket" tadi. Ceritanya dia tuh ke supermarket cuma bawa duit 30 ribu (dalam hal ini sumber daya yg dia punya adalah duit 30rb ntu). Niat dari rumah mau beli makanan. Tapi, begitu sampe di supermarket, rasa-rasanya dia mau ngeborong semua apa yg ada (ingat manusia napsu nya gede). Tapi dia tahu, dengan duit yg cuma 30 rebu, mustahil bisa ngeborong satu supermarket. Maka dia harus "memilih" apa yg akan dia beli. Karena ia sudah belajar ilmu ekonomi di kampus, maka mulailah ia ber analisis ria. Pertama-tama dimulai dari memilih dan memilah keinginan2x tersebut menjadi kebutuhan yg menurutnya penting dan harus di penuhi terlebih dahulu, dari situ akan muncul "Daftar Prioritas". Kemudian dari daftar prioritas tersebutlah dia akan "mengkombinasikan" barang yang akan dia beli, sedemikian sehingga (wih, canggih ui bahasanya) ia hanya perlu "mengorbankan" uang 30 ribu DAN mendapat kepuasan yg maksimum. Jadi intinya, perut kenyang, barang yg ditaksir pun dapat.

Nah itu tuh kerjaannya orang ekonomi, "cermat dalam memilih" atau "pandai dalam mengalokasikan sumber daya yg ada". Apalagi buat mahasiswa kayak kita-kita ini, jgn sampe duit yg kita keluarin gak tau kemana n gak dapet apa-apa. Istilahnya "hemat, beib", wkwkwk, eits, hemat itu beda sama pelit lho. . .
Oh ya satu hal lagi, dalam memilih sesuatu, kita gak boleh egois, hrus kita liat juga kepentingan orang lain, jangan jadi kayak koruptor2 tu deh, yg gak bisa ngendaliin napsu ny, n gak peduli sama sekali sama nasib rakyat.

Kayaknya cukup ini aja postingan kali ini, coz karena mosting postingan ini lewat hp jadi gak bisa nulis panjang-panjang (tapi ini prasaan dah panjang lah,).
Lagian juga dah kriting nih jempol buat ngetik.

wassalam.

Wednesday, February 15, 2012

Aceh : Dilema Kemiskinan

Assalamu'alaikum Wr Wb.


Jumpa lagi dengan saya, kali ini saya akan memposting sebuah artikel yang merupakan tugas pertama dari dosen IMF kami, beliau menugaskan kami untuk membuat artikel mengenai "kemiskinan di Aceh". Disini saya akan menceritakan sedikit mengenai sebuah dilema yang sedang dihadapi oleh rakyat Aceh pada hari ini. Tak perlu berpanjang lebar lagi, mari kita sama-sama langsung ke pembahasannya.

                           ****************************************************************

Siapa yang tidak tahu aceh? Sebuah provinsi yang dulunya di kenal dengan "Nanggroe Aceh Darussalam" dan juga sebuah daerah yang mendapat gelar "Serambi Mekkah". Selain itu aceh juga dikenal oleh dunia dengan konfliknya yang berkepanjangan, serta dengan terjadinya musibah tsunami yang meluluhlantakkan sebagian wilayah aceh pada 2004 silam. Apabila kita menilik masa lalu aceh, maka kita akan mendapati sebuah masa yang dimana para penduduknya hidup dalam kemakmuran dan kedamaian. Tapi itu dulu sekali, zaman sudah berubah, sekarang ini kita hidup di abad ke-21 yang mana pola kehidupan masyarakat pun sudah banyak berubah.

Baiklah, karena artikel ini bercerita mengenai kemiskinan yang terjadi di aceh, baiknya kita lanjutkan pembahasan kita.

Apabila kita melihat dari sumber daya alam yang di kandung di perut bumi aceh kita, secara logika aceh ini tidak mungkin bisa miskin. Aceh juga menjadi salah satu pengekspor sumber daya alam terbesar di indonesia. Tapi apabila kita melihat kenyataan pada saat ini, masih banyak masyarakat aceh yang hidup dalam kemiskinan. Inilah dilema yang sedang di hadapi oleh rakyat aceh saat ini. Mereka bagaikan ayam yang kelaparan di lumbung beras. Tentu itu merupakan sebuah ironi, yang perlu kita cari pemecahannya. Untuk bisa memecahkan suatu masalah, maka kita terlebih dahulu harus melihat penyebab yang menimbulkan masalah tersebut, dalam hal ini, kita harus melihat penyebab yang menimbulkan kemiskinan di aceh.

A. Penyebab Kemiskinan di Aceh

Secara garis besar, menurut Abdul Rahman Lubis, timbulnya kemiskinan di aceh dibagi kedalam 3 faktor besar, yaitu faktor struktural, kultural, dan faktor bencana alam.
a. Struktural
    -  Porsi dana dan bantuan ke program infrastruktur dan aparatur pemerintah terlalu tinggi, tidak proporsional ke bidang produktif misalnya pertanian dan perikanan yang merupakan mata pencaharian penduduk terbanyak (80%).
    - Perencanaan Program dan Kegiatan tidak tepat sasaran.
    - terbatasnya dukungan sistem kelembagaan sosial, ekonomi dan politik untuk penanggulangan kemiskinan.
    - Proyek mikro dikelola oleh masyarakatn "under funded" atau memberi bantuan saja tanpa didukung dengan pembinaan.
    - Nilai hasil produksi rendah disebabkan industri pengolahan tidak tersedia.
    - Industri besar kurang melibatkan masyarakat tertinggal.

b. Kultural
    - Tingkat pendidikan dan kesehatan yang rendah
    - Sikap mental dan perilaku masyarakat ketergantungan
    - Dominasi laki laki dalam mengambil keputusan alokasi dana
    - Siklus ekonomi desa (subistence) belum akses ke pasar

c. Dampak Bencana
    - Konflik
    - Gempa bumi dan tsunami
    - Traumatik
    - Peningkatan Inflasi (29%) dari proyek darurat
 
Menurut data yang dihimpun oleh World bank, bahwa tingkat kemiskinan di Aceh sebelum tsunami, sebesar 28.4 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2004, jauh lebih tinggi daripada tingkat kemiskinan nasional Indonesia, yaitu sebesar 16,7 persen. Kemiskinan di Aceh meningkat pasca bencana tsunami mencapai 32,6 persen. Tingkat kemiskinan turun di bawah angka sebelum tsunami menjadi 26,5 persen pada tahun 2006, disebabkan adanya kegiatan rekonstruksi dan berakhirnya konflik dan pada tahun 2007 kemiskinan di Aceh 26,65 persen. Peningkatan angka kemiskinan yang kecil setelah tsunami disertai dengan heterogenitas mendasar antar berbagai daerah di Aceh. Wilayah yang terkena dampak tsunami memang mengalami peningkatan angka kemiskinan, namun pada tahun 2006 angka ini kembali ke tingkat sebelum tsunami, atau bahkan lebih kecil , sedangkan untuk tahun 2007 masih terjadi fenomena naik turunnya angka kemiskinan.
Sedangkan baru-baru ini Pemerintah Provinsi Aceh memprediksi angka kemiskinan di Aceh pada 2011 ini turun hingga 969.353 jiwa atau 19,57 persen dari angka dicapai tahun sebelumnya, menyusul peningkatan pembangunan dilakukan.

 B. Menanggulangi Kemiskinan di aceh

Setelah kita mengetahui akar masalah yang menyebabkan kemiskinan di aceh, kita dapat mencari solusi untuk menanggulanginya, dan saya akan mencoba untuk memberikan beberapa contohnya, yaitu antara lain:
- Kemiskinan menurut saya terjadi karena kurang handalanya kualitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh aceh. Kualitas SDM yang rendah biasanya disebabkan oleh buruknya pendidikan yang diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus di ambil oleh pemerintah adalah memperbaiki kualitas pendidikan untuk rakyat aceh. Hal ini dapat dicapai dengan mengalokasikan anggaran belanja daerah yang besar, memperbaiki infrastruktur pendidikan, memberikan subsidi untuk biaya pendidikan, serta memperbaiki kualitas tenaga pengajar.
- Upaya pembangunan harus berorientasi kepada pembangunan manusia
- Pemerintah harus lebih memperhatikan Usaha Kecil Menengah yang ada di aceh, karena merupakan penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah.
- Pemerintah harus membentuk sebuah lembaga keuangan mikro yang efektif, yang dapat membantu masyarakat menaikkan tingkat kesejahteraannya. Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Yunus dengan Grameen Bank nya.
- Pengembangan skema-skema pengentasan kemiskinan harus merujuk pada prinsip Dari Masyarakat, Untuk Masyarakat, dan Oleh Masyarakat.

Masalah kemiskinan ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi merupakan masalah kita bersama. kita harus menanggulangi nya bersama-sama. Semoga kedepannya kemiskinan di aceh dapat di kurangi, sehinggga kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

                           ****************************************************************

Inilah artikel pertama saya di blog ini, selain untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh dosen IMF kami, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi penulis sendiri, dan bagi siapapun yang juga membaca artikel ini.
Artikel ini sungguh jauh dari sempurna, maka dari itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun dari para pembaca sekalian, yang bisa anda tulis pada kolom Comment dibawah.
Terimakasih.
Sampai jumpa pada postingan berikutnya...

Tuesday, February 14, 2012

hahaha,,, inilah posting pertamaku......

hallo semuanya,,


Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji serta syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmad, hidayah, dan nikmat-Nya lah saya akhirnya bisa menyelesaikan pembuatan Blog ini,, (alah emanknya mau khutbah apa,, oke, karena dah terlanjur, baiknya kita lanjutkan saja XD). Tak lupa juga, shalawat serta salam kita sanjung sajikan kepada Baginda Rasullullah SAW, karena berkat kegigihan beliau menyebarkan Agama Islam lah, kita dapat menikmati kehidupan yang penuh dengan kebaikan ini, dengan segala nilai-nilai luhur yang telah Beliau ajarkan dan contohkan.

Adapun maksud saya membuat blog ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Introduction of Micro Finance yang diasuh oleh bapak DR. Iskandarsyah Madjid, SE, MM. yang mana blog ini akan berisi tugas-tugas yang beliau berikan. Selain itu blog ini juga akan berisi catatan kuliah saya selama saya menjadi mahasiswa fakultas ekonomi, hehehe,, dan juga tentunya akan saya posting juga mengenai semua hal yang berhubungan dengan Ekonomi serta serba-serbi mengenai pengetahuan yang saya anggap penting.

Sekian saja mukaddimah untuk kali ini (semoga anda tidak pening membacanya karena postingan ini mirip salah satu bab dalam "Kumpulan Khutbah Jum'at", halah), semoga blog ini bisa bermanfaat khususnya bagi saya sendiri, dan pada umumnya untuk pembaca dari manapun anda berasal... Wassalam.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More